The Professor membantah kabar yang menyebutkan bahwa para
pemain Arsenal sudah patah semangat sekarang ini. Peramu taktik The Gunners itu
mengklaim jika ia tidak melihat ada persoalan mengenai semangat juang dari
segenap tim, di pertandingan terakhir setelah Arsenal ditundukkan Bournemouth
dengan skor 1 – 2. Ya, setelah bermain seri 0 – 0 saja pada babak pertama
pertandingan, The Gunners yang berhasil membuka keunggulan terlebih dulu berkat
gol Hector Bellerin di babak kedua justru harus menelan pil pahit. Bagaimana
tidak? Setelah itu para pemain tampak lengah sehingga bisa kemasukan 2 gol
balasan, masing-masing lewat Jordon Ibe serta Callum Wilson. Seusai laga,
sungguh wajar rasanya jika kemudian klub banjir kritikan.

 

Hasil minor menyakitkan itu membuat Arsene Wenger sebagai
sang peramu taktik tim merasa sangat kecewa. Akan tetapi pada saat dimintai
konfirmasi apakah masalah itu disebabkan oleh menurunkan semangat juang para
pemain, Wenger pun menolak untuk membenarkannya.  Pria berumur 68 tahun itu menegaskan tidak ada
masalah pada semangat, ia pun peduli terkait fakta saat tim tidak cukup
berbahaya, mereka pun tidak cukup kuat pada lini pertahanan. Ia juga tidak ragu
mengungkapkan kalimat kasar, jika timnya sama sekali tak cukup berbahaya di
sepanjang bergulirnya pertandingan teranyar. Sementara itu pada sesi wawancara,
Wenger pun menyatakan jika sang striker utama yakni Alexandre Lacazette pada
saat ini sedang menghadapi situasi pelik.

 

Hal itu disebabkan karena si pemain yang bersangkutan
sudah beberapa pertandingan tak mampu melesakkan gol. Tentu saja factor tersebut
sangat mempengaruhi kepercayaan dirinya. Tidak terelakkan lagi, dengan apa yang
terjadi pada saat seorang bomber berhenti menciptakan gol, maka ia akan
kekurangan rasa percaya diri. Peramu taktik yang lahir pada tanggal 22 Oktober
1949 di Strasbourg, Perancis itu mengatakan masih tidak habis pikir atas hasil
minor tersebut. Ia tidak memungkiri jika tim sudah melakukan banyak kesalahan
yang tidak perlu, tetapi ia heran karena klub sedianya sudah berhasil membuka
keunggulan, dan memiliki lebih banyak jumlah penguasaan bola ketimbang
Bournemouth.

 

Seperti yang diketahui, mengikuti pertandingan di
Vitality Stadium – markas kebesaran milik tim lawan pada hari Minggu, 15
Januari 2018 lalu, tim Meriam London Utara secara menyakitkan dipaksa untuk
membawa pulang kekalahan 1 – 2. Pertandingan itu sendiri tak diragukan sudah
berlangsung sangat sengit. Usai tidak mampu menciptakan gol di babak kedua,
baik Arsenal maupun Bournemouth sendiri kembali menunjukkan persaingan sangat
ketat di babak kedua pertandingan. Tetapi rasa kecewa Wenger memang sangat
beralasan, sebab di babak kedua itulah para pemain tidak menunjukkan kekuatan
sesuai dengan harapannya selama ini.

We will write a custom essay sample on
The – 0 saja pada babak pertama pertandingan,
Specifically for you for only $16.38 $13.9/page


order now

 

The Professor mengklaim, kesalahan pertama ialah ada di
lini belakang. Namun secara menyeluruh tim London Merah memang kekurangan
tingkat kreativitas sehingga mereka tak bisa melesakkan gol tambahah. Namun ia
menilai tidak ada yang salah dengan sikap Arsenal. Ia hanya mengaku bahwa tim
sudah melakukan beberapa kesalahan sehingga harus menanggung hasil minor
tersebut. Di pihak lain, Wenger pun mengharapkan supaya para pemain bisa segera
memperbaiki kekurangan mereka dan langsung menampilkan performa terbaik di
pertandingan berikutnya nanti. Ia meminta kepada skuad untuk tidak terlalu
banyak melakukan kesalahan. Sebab jika mereka tidak segera mengembangkan
performa, maka harga mahal seperti pada pertandingan tersebut mesti mereka
bayar lagi.

x

Hi!
I'm Dora!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Click here